Kembali ke Pusat Informasi
Tanggung Jawab Rigger
Selain tugas teknis, rigger juga memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan kerja:
Cara Menjadi Rigger
Untuk menjadi seorang rigger, terdapat persyaratan umum yang harus dipenuhi:
Kesimpulan
Profesi rigger adalah salah satu pekerjaan yang sangat penting dalam dunia industri, terutama di bidang konstruksi dan pengangkatan beban berat. Dengan dasar hukum yang jelas, sertifikasi resmi, serta tugas dan tanggung jawab yang ketat, rigger berperan besar dalam menjaga keselamatan kerja. Menjadi rigger membutuhkan keterampilan teknis, sertifikasi, serta komitmen tinggi terhadap disiplin dan keselamatan.
Safety & K3
Mengenal Tentang Rigger Di Dunia Kerja
Pada pembahasan kali ini kita akan membahas tentang Rigger, apa sih sebenarnya Rigger itu ? Yuk simak dibawah.
Apa Itu Rigger ?
Rigger adalah tenaga kerja terlatih yang bertugas dalam kegiatan pengangkatan, pemindahan, dan pemasangan beban menggunakan alat bantu angkat seperti crane, hoist, atau rigging equipment lainnya.
Seorang rigger memastikan bahwa proses pengangkatan dilakukan secara aman, efisien, dan sesuai dengan prosedur yang sudah tertuang pada SOP Perusahaan.
Profesi ini sangat vital di sektor konstruksi, pertambangan, migas, manufaktur, hingga industri logistik sehingga tenaga rigger cukup banyak di butuhkan dimanapun.
Dasar Hukum Tentang Rigger
Keberadaan rigger diatur dalam regulasi ketenagakerjaan dan keselamatan kerja. Di Indonesia, dasar hukum yang mengatur kebutuhan rigger antara lain:
Apa Itu Rigger ?
Rigger adalah tenaga kerja terlatih yang bertugas dalam kegiatan pengangkatan, pemindahan, dan pemasangan beban menggunakan alat bantu angkat seperti crane, hoist, atau rigging equipment lainnya.
Seorang rigger memastikan bahwa proses pengangkatan dilakukan secara aman, efisien, dan sesuai dengan prosedur yang sudah tertuang pada SOP Perusahaan.
Profesi ini sangat vital di sektor konstruksi, pertambangan, migas, manufaktur, hingga industri logistik sehingga tenaga rigger cukup banyak di butuhkan dimanapun.
Dasar Hukum Tentang Rigger
Keberadaan rigger diatur dalam regulasi ketenagakerjaan dan keselamatan kerja. Di Indonesia, dasar hukum yang mengatur kebutuhan rigger antara lain:
- - Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan – mewajibkan perusahaan menyediakan tenaga kerja kompeten sesuai bidangnya.
- - Undang-Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja – mengatur kewajiban perusahaan untuk menjamin keselamatan pekerja, termasuk dalam aktivitas pengangkatan beban.
- - Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pesawat Angkat dan Angkut – menegaskan perlunya tenaga kerja bersertifikat dalam pengoperasian alat angkat.
- - Standar Nasional Indonesia (SNI) terkait rigging dan lifting equipment – sebagai acuan teknis pelaksanaan pekerjaan.
Dengan dasar hukum tersebut, rigger wajib memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi agar kegiatan pengangkatan tidak menimbulkan kecelakaan kerja.
Jenis Sertifikasi Rigger
Rigger dapat memilih Jenis Sertifikasi yang di inginkan, di Indonesia sendiri ada beberapa lembaga yang mengeluarkan sertifikasi Rigger :
- Kementerian Tenaga Kerja (KEMNAKER)
- Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
Tugas Rigger
Seorang rigger memiliki tugas utama dalam memastikan proses pengangkatan berjalan aman dan sesuai prosedur, antara lain:
Jenis Sertifikasi Rigger
Rigger dapat memilih Jenis Sertifikasi yang di inginkan, di Indonesia sendiri ada beberapa lembaga yang mengeluarkan sertifikasi Rigger :
- Kementerian Tenaga Kerja (KEMNAKER)
- Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)
Tugas Rigger
Seorang rigger memiliki tugas utama dalam memastikan proses pengangkatan berjalan aman dan sesuai prosedur, antara lain:
- - Menyiapkan dan memeriksa peralatan rigging (sling, shackle, hook, dll).
- - Menghitung kapasitas beban dan menentukan metode pengangkatan yang tepat.
- - Memberikan sinyal atau komunikasi kepada operator crane/alat angkat.
- - Memastikan beban terikat dengan aman sebelum diangkat.
- - Mengawasi proses pengangkatan hingga beban ditempatkan di lokasi tujuan.
Tanggung Jawab Rigger
Selain tugas teknis, rigger juga memiliki tanggung jawab besar terhadap keselamatan kerja:
- - Menjamin keamanan beban dan peralatan selama proses pengangkatan.
- - Mematuhi prosedur K3 dan standar operasional perusahaan.
- - Melaporkan kondisi peralatan yang rusak atau tidak layak pakai.
- - Menghentikan pekerjaan jika ditemukan potensi bahaya.
- - Bertanggung jawab atas koordinasi dengan tim lain (operator crane, supervisor, pekerja lapangan).
Cara Menjadi Rigger
Untuk menjadi seorang rigger, terdapat persyaratan umum yang harus dipenuhi:
- - Minimal pendidikan: SMA/SMK atau sederajat.
- - Kesehatan fisik dan mental: tidak memiliki gangguan penglihatan, pendengaran, atau kondisi medis yang membahayakan saat bekerja.
- - Mengikuti pelatihan resmi: dari lembaga pelatihan K3 atau LSP yang diakui pemerintah.
- - Memiliki sertifikat kompetensi rigger sesuai tingkatannya.
- - Pengalaman kerja: biasanya diperlukan untuk level menengah dan lanjutan.
- - Disiplin dan teliti: karena pekerjaan rigger berhubungan langsung dengan keselamatan banyak orang.
Kesimpulan
Profesi rigger adalah salah satu pekerjaan yang sangat penting dalam dunia industri, terutama di bidang konstruksi dan pengangkatan beban berat. Dengan dasar hukum yang jelas, sertifikasi resmi, serta tugas dan tanggung jawab yang ketat, rigger berperan besar dalam menjaga keselamatan kerja. Menjadi rigger membutuhkan keterampilan teknis, sertifikasi, serta komitmen tinggi terhadap disiplin dan keselamatan.
Apakah kamu ingin saya buatkan versi artikel ini dalam format infografis agar lebih mudah dipahami secara visual?